Pelanggar Larangan Mudik di Jalur Arteri Meningkat, Polisi Akan Tambah Personil

Kombes Pol Yusri Yunus
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus.

Terkini.id, Jakarta – Direktorat lalu lintas Polda Metro Jaya melaporkan, dari hasil evaluasi selama satu pekan pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2020, angka pelanggaran aturan mudik mengalami fluktuasi.

Dari data yang dihimpun sejak 24 April 2020 hingga 30 April 2020, pengendara yang disekat di dua pos pengamanan terpadu ruas tol mengalami penurunan. Namun, jumlah pemudik yang diberhentikan di 16 pos pengamanan di jalur arteri justru mengalami kenaikan.

Kombes Pol Yusri Yunus, Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan, kali ini terjadi pergesaran jalur mudik. Kendaraan banyak yang mencoba peruntungan dengan menerobos pos pengamanan terpadu di jalur arteri.

“Saat hari keempat, hari Senin tanggal 27 baru mulai para pemudik ini yang mau mudik lalu lewat arteri. Banyak di arteri rata-rata roda dua, sepeda motor mulai agak ada peningkatan,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jumat, 1 Mei 2020.

Yusri menerangkan, pihak kepolisian berencana menambah personel di 16 pos pengamanan jalur arteri untuk memperketat pengawasan terhadap kendaraan-kendaraan yang nekat mudik.

“Makanya kekuatan di tempat-tempat jalur arteri akan kita tambah lagi ya. Itu hasil evaluasi kami untuk seminggu ini dan juga hasil kami monitoring kemarin langsung terjun ke lapangan, ke beberapa pos yang ada,” terangnya.

Sebelumnya, Polisi berhasil mengagalkan ratusan pengendara sepeda motor yang nekat mudik di tengah pandemi COVID-19 saat ini. Terhitung 705 pengendara yang terdata sejak 24 April 2020 hingga 30 April 2020.

Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Dirlantas Polda Metro Jaya merinci, terdata 83 kendaraan sepeda motor yang kedapatan melanggar pada Senin lalu, 27 April 2020.

Kemudian angka itu mengalami kenaikan pada Selasa 28 April 2020, yakni berjumlah 102 pelanggar.

Lalu di hari berikutnya, pelanggar meningkat lagi menjadi 267 pelanggar di hari Rabu 29 April 2020.

Kemudian di hari Kamis 30 April 2020 jumlah pelanggar mengalami penurunan menjadi 253.

Menurutnya, sebagian besar pelanggar ialah kendaraan yang ingin keluar dari wilayah kabupaten Bekasi menuju Karawang melalui jalan arteri Kedung Waringin.

“Pelanggaran sepeda motor kami pantau dari 16 titik penyekatan yang ada di jalan arteri. Menurut data penyekatan sepeda motor terbanyak dilakukan di Kedung Waringin,” terangnya.




Penulis: Moh Ali Ghufron

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Rehabilitasi DAS Sukses Memberi Manfaat Nyata Kepada Masyarakat Sekitar

Keadaan Menag Fachrul Razi Positif COVID-19 Jalani Isolasi di Rumah Sakit

Atasi Macet Di Puncak Bogor, Menhub Gandeng ITB

Bupati Aceh Barat Positif Covid-19, Istri Negatif

Peringati Hari Jadi ke 75, PMI Bogor Bentuk Tim Penanganan Jenazah Covid-19

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar