Keluarga Minta Roy Kiyoshi Keluar dengan Ajuan Rehabilitasi

Roy Kiyoshi
Roy Kiyoshi

Terkini.id, Jakarta – Komisaris Polisi, Vivick Tjangkung, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan mengatakan pihak keluarga dari Roy Kiyoshi telah mengajukan rehabilitasi atas kasus penyalahgunaan obat-obatan yang masuk ke dalam golongan psikotropika.

“Permintaan dari pengacaranya ada, dari keluarga ada untuk lakukan rehabilitasi,” kata Vivick di Jakarta, Minggu 10 Mei 2020.

Pihak kepolisian ingin mendalami terlebih dahulu sejauh mana Roy Kiyoshi memiliki ketergantungan terhadap psikotropika itu, sebelum memutuskan penerimaan pengajuan rehabilitasi tersebut.

“Nanti kita lihat, kita harus lakukan pemeriksaan medis dulu di mana ketergantungan dia,” terang Vivick.

Roy Kiyoshi telah ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan obat-obatan yang masuk ke dalam golongan psikotropika.

Baca juga:

Roy Kiyoshi ditangkap di kediamannya di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu lalu 6 Mei 2020 dengan barang bukti berupa 21 pil psikotropika.

Selain itu polisi juga melakukan tes urine terhadap Roy, dan hasilnya positif menggunakan obat psikotropika jenis benzodizaepine alias benzo.

Pada pemeriksaan awal, didapatkan pernyataan dari Roy yang mengaku membeli obat terlarang itu secara online tanpa disertai resep dokter.

Presenter indogo itu mengaku mengonsumsi psikotropika untuk mengatasi masalah gangguan tidur yang dihadapinya.

“Sebenarnya dia tiga tahun lalu sudah konsumsi. Sejak tahun 2019 dia berhenti konsultasi, lalu dia beli online. (Roy Kiyoshi) cuma kelelahan saja, susah tidur saja,” jelas Vivick menjelaskan pengakuan Roy Kiyoshi.

Kerabat sekaligus perwakilan keluarga dari Roy Kiyoshi, Henri Indraguna menegaskan bahwa Roy tidak mengonsumsi narkoba.

Roy Kiyoshi hanya mengonsumsi Dumolid, semacam obat untuk mengatasi insomnia berat. Menurut Henri, Roy Kiyoshi mengonsumsi obat Dumolid karena susah tidur terutama selama pemberlakuan kerja dari rumah.

“Satu Dumolid yang satu lagi saya nggak hafal namanya apa. Keterangan ini atas pengakuan dari keluarga,” kata Henri saat dihubungi media, Jumat 8 Mei 2020.

“Permasalahannya Roy itu sejak kejadian WFH ini kan nggak bisa tidur. Karena tidak bisa tidur maka mengonsumsi obat tidur itu,” terang Henri menambahkan.

Henri menilai obat itu memang dijual secara bebas di pasaran dan kerap dikonsumsi orang yang memiliki permasalahan susah tidur. Sehingga Henri menilai tidak ada yang salah jika Roy mengonsumsi obat tersebut.

“Kalau hemat saya itu yang online-online jual obat tidur itu ditangkap dulu dong. Kenapa harus Roy? Kenapa itu enggak ditangkapi?” kata Henri mempertanyakan sikap kepolisian.

Penulis: Moh Ali Ghufron

Komentar

Rekomendasi

Kemenkumham Telusuri Dugaan Pelanggaran Konten Youtube Deddy Corbuzier

Polres Metro Depok Amankan Belasan ABG Konvoi Bawa Sajam dan Miras

Pasutri Penjual Seblak di Kota Depok Terkonfirmasi Covid19

Pemkot Depok Lacak Keluarga Tim Medis Terpapar Virus Corona

Puluhan Tenaga Medis RSUD Kota Depok Terpapar Virus Corona

Disnaker Kota Depok Buka Posko Aduan THR

Jelang Idul Fitri, Simak Fatwa MUI Shalat Id Nomor 28 Tahun 2020

Pemkot Bogor Masih Sosialisasikan Aturan Penumpang KRL Bawa Surat Tugas

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar