Balita dan Nenek di Rembang Tewas Dihantam Mobil Kapolsek, Bupati: Semoga Keluarga Terus Sabar

Prosesi Pemakaman Mbah Yasringah
Prosesi Pemakaman Mbah Yasringah

Terkini.id, Jawa Tengah – Nasib nahas dialami balita, Putri Mahfuan (3), dan Mbah Yasringah (54). Keduanya warga Desa Bangunrejo, Pamotan Rembang. Mereka tewas paska dihantam mobil yang dikemudikan Kapolsek Gunem Iptu Suyanto.

Setelah maghrib waktu setempat, keduanya berada di depan teras, bersama Samadi, kakek Putri. Tiba-tiba mereka diseruduk kendaraan roda empat Isuzu Panther dengan nopol L 1476 GK, hingga toko pom mini dan rumahnya ambrol.

Kendaraan Kapolsek Gunem itu melayang melangkahi almarhum Putri dan Yasringah, beruntung Samadi mampu selamat setelah terpental, kejadianya begitu cepat.

Mbah Samadi yang menyaksikan langsung kejadian nahas itu menerangkan, ketika mereka berbincang dengan Yasringah yang tengah mengasuh cucunya tiba-tiba ada mobil menghantam mereka.

”Saya duduk dikursi dekat pintu depan. Istri duduk menghadap ke timur. Anak saya Wulan dan suaminya Mahfudz di dalam rumah. Kejadianya sebelum isya, sekitar pukul 18.30. Tiba-tiba wet kendaraan di depan,” terang Mbah Samadi.

Atas insiden tersebut pihak keluarga hanya meminta diproses seadil-adilnya.

Sementara tangis pecah terus ditunjukkan anaknya Wulan dan suaminya Mahfud. Karena anak semata wayangnya dan ibunya meninggal. Mahfudz beberapa kali memeluk dan mengusap air matanya istrinya. Apalagi info berkembang Wulan sudah tidak bisa hamil karena sesuatu hal.

Kapolsek yang terlibat kejadian nahas itu kini masih dalam pemeriksaan Polda Jateng. Sementara Balita yang menjadi korban, meninggal saat dilarikan ke pusmesmas, telah dimakamkan Senin malam 25 Mei 2020, dan neneknya Selasa 26 Mei 2020 sekira pukul 09.00 pagi setelah sempat dibawa di RSUD dr R Soetrasno Rembang dan dinyatakan meninggal pukul 22.50.

Saat prosesi pemakaman sang nenek, tampak hadir Bupati Hafidz memberikan sambutan mewakili keluarga. Kebetulan pejabat asli Pamotan itu kenal dekat dengan keluarga korban.

Hafidz mengatakan kejadian nahas itu tidak lepas qada dan qodar Allah SWT. Semua menunggu giliran. Tinggal menunggu esok hari dan berikutnya siapa. Bupati pertama minta semua doakan, muga-muga khusnul khotimah.

”Jadi tangisan boleh-boleh saja, tetapi hati jangan sampai melepas penerimaan qodo dan qodarnya Allah SWT. Ini berat, maka diminta keluarga menerima. Kalau susah iya, nangis tidak apa-apa, Bupati secara pribadi juga ikut susah. Semoga kelurga terus sabar,” katanya.

Penulis: Moh Ali Ghufron

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Pemprov Jabar Perpanjang PSBB Proporsional Bodebek

Ratusan Personel Akan Amankan HBKB di Jakarta Selatan

Wapres Inginkan Menko PMK dan Kepala Bappenas Lakukan Kajian Data Perlindungan Sosial

Kini 100 Ribu Dari 2 Juta Alat Rapid Test Tengah Diproduksi di Indonesia

HUT Bhayangkara Ke-74, Warga Jakarta Dapat Kesempatan SIM Gratis, Ini Syaratnya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar