DPR Targetkan RUU Perlindungan Data Pribadi Rampung Maksimal Awal 2021

Ilustrasi Perlindungan Data Pribadi
Ilustrasi Perlindungan Data Pribadi. Doc a.g/depok.terkini.id

Terkini.id, Depok – Abdul Kadir Karding, Anggota Komisi I DPR RI, menargetkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) selesai maksimal di awal 2021 demi melindungi masyarakat.

“Target kami, RUU PDP ini mudah-mudahan bisa selesai 2020, paling lambat awal 2021 karena sangat urgen,” ujar Karding, saat di webinar Siberkreasi ‘Jejak Digital dalam Dunia Maya’, Senin 10 Agustus 2020.

Penduduk Indonesia yang terhubung ke internet berjumlah sangat banyak, data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2018 menunjukkan ada 171,17 juta jiwa pengguna internet, dari total penduduk Indonesia 246,16 juta jiwa.

Komisi I DPR beberapa waktu lalu baru selesai meminta pendapat dari pemangku kepentingan yang berkaitan dengan RUU PDP.

Politikus dari PKB ini menilai perlindungan data pribadi merupakan hak dasar masyarakat serta memiliki potensi ekonomis.

Menarik untuk Anda:

UU PDP di masa mendatang akan menjawab secara terperinci mengenai jejak digital, apa dampak jejak digital, pencegahan pencurian data hingga apa yang harus dilakukan jika ada data yang bocor.

“Prinsipnya, harus mampu melindungi warga negara yang berselancar di media sosial,” kata Karding.

Karding dalam diskusi tersebut juga menyoroti siapa yang akan menjadi regulator dalam RUU PDP, apakah Kominfo atau lembaga independen baru.

Siapa pun regulatornya, Karding berharap lembaga tersebut akan bersikap objektif.

Direktur Tata Kelola Aplikasi Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Mariam F Barata dalam acara yang sama menyatakan ada banyak hal yang perlu dibahas bersama DPR terkait RUU Perlindungan Data Pribadi, termasuk lembaga yang mengawasi aturan tersebut.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ribuan Guru Swasta di Kudus Terima Tunjangan Kesejahteraan

Gubernur Jateng Minta Hukum Berat Pengedar Alat Tes Antigen Tak Berijin

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar