Tekan Risiko Covid-19 Menular, Pemkot Depok Kini Mulai Terapkan Jam Malam

Walikota Depok, Mohammad Idris
Walikota Depok, Mohammad Idris. Doc a.g/depok.terkini.id

Terkini.id, Depok – Pemkot Depok, Jawa Barat, Senin, 31 Agustus 2020 mulai menerapkan aturan mengenai jam malam guna membatasi kegiatan masyarakat di luar rumah dalam upaya menekan risiko penularan COVID-19.

“Jam operasional layanan secara langsung di toko, rumah makan, kafe, minimarket, supermarket, dan mall sampai dengan pukul 18.00 WIB. Sedangkan untuk aktivitas warga (di luar rumah) dilakukan pembatasan maksimal sampai pukul 20.00 WIB,” kata Dadang Wihana, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok dalam keterangan persnya.

Dadang juga menambahkan bahwa khusus untuk jasa layanan antar, waktu operasionalnya dibatasi hingga pukul 21.00 WIB.

Pemberlakuan aturan mengenai jam malam, menurut dia, merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Depok untuk mengendalikan penularan COVID-19.

Selain menerapkan ketentuan itu, pemerintah kota mengoptimalkan peran Kampung Siaga COVID-19 dalam mendata dan mengawasi pendatang, menegakkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan COVID-19, serta memastikan pembatasan sosial kampung siaga berbasis lingkungan rukun warga berjalan.

Menarik untuk Anda:

Melalui aplikasi Kampung Siaga COVID-19, Dadang menjelaskan, warga juga bisa menyampaikan pengaduan serta laporan mengenai pelanggaran protokol kesehatan.

“Kami terus melakukan pengawasan dan penertiban protokol kesehatan secara tegas, baik untuk warga secara individu, kelompok, pelaku usaha, kantor, dan lain-lain,” katanya.

Dadang mengatakan belakangan sebagian besar kasus penularan COVID-19 di Kota Depok berasal dari klaster perkantoran.

Guna meminimalkan risiko penularan, ia melanjutkan, kantor-kantor sudah menerapkan sistem kerja dari rumah dan pemerintah kota untuk sementara melarang pegawai pemerintah berdinas ke luar daerah.

“Semua kegiatan rapat dilaksanakan secara virtual,” katanya.

Dadang juga menekankan kembali pentingnya disiplin warga menerapkan protokol pencegahan COVID-19 dalam upaya pengendalian penularan penyakit tersebut.

Sebelumnya disampaikan oleh Mohammad Idris, Walikota Depok, pada Minggu, 30 Agustus 2020. Beberapa langkah yang akan diperkuat adalah dengan mengoptimalkan pelaksanaan Pembatasan Sosial pada RW yang ditetapkan sebagai wilayah Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS). Selanjutnya, pengawasan dan penertiban protokol kesehatan, baik untuk warga secara individu, kelompok, pelaku usaha, kantor secara lebih tegas.

“Kemudian, meningkatkan kegiatan pemeriksaan Swab Test Massal. Sasarannya, baik untuk mereka yang masuk pada kasus kontak erat, suspek atau prioritas lainnya yang ditetapkan,” kata Idris.

Lebih lanjut, di lingkungan perkantoran, kata Mohammad Idris, akan mengoptimalkan bekerja dari rumah atau Work from Home (WFH). Termasuk, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok, sementara tidak diperkenankan melakukan perjalanan dinas luar daerah.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Ribuan Guru Swasta di Kudus Terima Tunjangan Kesejahteraan

Gubernur Jateng Minta Hukum Berat Pengedar Alat Tes Antigen Tak Berijin

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar