Citra Sinema School ‘Menghororkan’ Metro Cinema Kemang

Terkini.id, Jakarta – waktu menunjukan pukul tengah malam kurang satu jam, wanita karyawati  itu melirik jam di ponselnya, dia bernafas lega setelah menyelesaikan kerja lemburnya malam itu.

belum sempat berdiri dari duduknya, untuk beranjak pulang , desir angin mulai serasa aneh nuansa horor mulai membangunkan bulu kuduk merinding. wanita itu bergegas menuju lift,detak jantungnya mulai memburu tak teratur . ada kelebat bayangan wanita terlihat mengikuti keluar dari lift. Setengah  berlari wanita ini menuju pintu keluar, Panik!, keadaan semakin horor, dengan cemas berusaha membuka pintu tak kunjung kian terbuka, suasana temaram mencekam, dan sedetik kemudian wanita itu menjerit histeris, ada bayangan mendekat
dan !  “

Mau tahu nasib wanita ini selanjutnya?
Yaa, Ini merupakan sekilas cerita  Film Pendek berjudul  Selepas Lembur, karya sineas muda Nick Julio Siahaan.

Selain film pendek Selepas lembur ada juga judul lainnya yang juga bergenre horor ,seperti  kajurigan, dan Jenglot di kompilasi Film horor pendek dan thriller karya sineas sekolah film  citra film school (CFS)yang di puta perdana pada tanggal 12 dan13 Juni 2021 di metro Cinema Kemang Jakarta Selatan.

Di tengah keterbatasan situasi pandemi Covid 19 ternyata tak menyurutkan untuk tetap berkarya melahirkan sineas yang berkwalitas.
“kami tetap berkarya dengan mengangkat yang ada di sekitar kita,maka tercipta ide untuk mengangkat cerita yang sering di alami orang yaitu tentang lembur kerja yang di bumbui cerita horor, maka akhirnya tercipta ide untuk melahirkan film Selepas Lembur ini” Papar Nick.

Sementara di film Kejurigan, Teguh sebagai sutradaranya menyelipkan Horor’Kearifan lokal’ di filmnya.
latar belakang Jawa barat yang masih mempercayai bambu kuning sebagai penangkal makluk halus.
Cerita di bangun di ranah sunda dengan cerita antara seorang ibu yang tidak percaya dengan hal hal berbau mahluk halus, tapi justru sang anaknya yang Indigo bisa melihat hal hal aneh di rumahnya .cerita semakin komplek dengan larangan si ibu kepada sang pengasuh anaknya yang justru si pembawa bambu kuning penangkal hantu tersebut
“Saya mencoba menyisipkan hal yang berbau horor dengan kultur Sunda,dengan harapan film mudah di buat dan bisa di terima masyarakat ,”Imbuh teguh.

Ketika di tanya tentang prospek kemajuan perfilman Indonesia , Nick dan teguh sepakat optimis bahwa perfilman akan terus maju berkembang.

“masyarakat kita sudah sangat cerdas bagaimana memilih menonton film yang bermutu dan kwalitas,maka kita tetap harus berkarya ,selanjutnya profit oriented pasti mengikuti,” Tegas Nick optimis.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Eko Budiarso Produser Film Selepas lembur, berharap dengan adanya kompilasi film Horor dan Thriller  dapat menggairahkan produksi perfilman di Indonesia.
“Ini merupakan ajang yang bagus bagi pecinta film untuk terus berkarya meskipun dalam keterbatasan di masa pandemi ini,Maju terus perfilman Indonesia,” Harap Eko Bud Optimis.

 

Bagikan